MAKALAH
ILMU
BUDAYA DASAR
“Manusia
dan Kegelisahan”
Adyuta
Candrika Pramathana (10518241)

Kelas
1PA06
FAKULTAS
PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI
Mata
Kulliah : Ilmu Budaya Dasar#
Dosen
: Ariyanto, S.I.Kom.
Kata
pengantar
Puji syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun
hingga selesai . Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas
bantuan dari pihak yang telah membantu saya dengan memberikan sumbangan baik
materi maupun pikirannya.
Dan harapan
saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar
menjadi lebih baik lagi.
Karena
keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR
ISI
KATA PEGANTAR………………………………………………………………………………1
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………....2
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………3
1.1 Latar
Belakang………………………………………………………………………...3
1.2 Rumusan
Masalah……………………………………………………………………..3
1.3 Tujuan…………………………………………………………………………………3
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………….4
2.1
Pengertian Kegelisahan………………………………………………………………..4
2.2
Hubungan Manusia dengan Kegelisahan……………………………………………...4
2.3
Bentuk-bentuk Kegelisahan…………………………………………………………...6
2.4
Cara Mengatasi Kegelisahan…………………………………………………………..8
BAB III PENUTUP………………………………………………………………………….…...10
3.1
Kesimpulan…………..………………………………………………………….……10
3.2 Saran…………………………………………………………………………….……10
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………….……11
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semua manusia mempunyai
kegelisahan. Pada prinsipnya, manusia merupakan makhluk yang di arahkan oleh
motivasi dan cita-citanya. Hampir semua tingkah laku manusia dapat dipandang
sebagai usaha untuk memuaskan hasrat biologis mereka. Tetapi tujuan itu sering
sulit atau bahkan kemungkinan kecil untuk dicapai.
Kegelisahan diartikan sebagai suatu
kondisi dimana orang menghadapi halangan atau rintangan dalam mengatasi
rintangan tersebut. Pada hakekatnya kegelisahan menunjuk pada motivasi yang
terhalang dan dalam keadaan tidak terpuaskan. Saat ini banyak orang yang merasa
hidup sendiri dalam kehidupannya. Keadaan ini salah bila dikembalikan kepada
pengertian manusia itu sendiri, bahwa selain manusia disebut makhluk individu
karena memiliki ruh dan jiwa, manusia juga disebut sebagai makhluk sosial
dimana manusia memerlukan orang lain dalam hidupnya.
Manusia suatu saat dalam hidupnya
akan mengalami kegelisahan. Hal ini mungkin akibat kebutuhan hidup yang
meningkat, rasa individualistis dan egoisme, persaingan dalam hidup, dan
sebagainya. Jadi tidak jarang akibat kegelisahan seseorang membuat oran lain menjadi
korban.
1.1 Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian
kegelisahan?
2.
Bagaimana hubungan
manusia dengan kegelisahan?
3.
Apa saja
bentuk-bentuk kegelisahan?
4.
Bagaimana cara
mengatasi kegelisahan?
1.2 Tujuan
1.
Untuk mengetahui
pengertian kegelisahan.
2.
Untuk mengetahui
hubungan manusia dengan kegelisahan.
3.
Untuk mengetahui
bentuk-bentuk kegelisahan.
4.
Untuk mengetahui
cara mengatasi kegelisahan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah, yang artinya rasa yang tidak tentram di hati
atau merasa selalu
khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas atau
takut. Kegelisahan merupakan ekspresi dari kecemasan. Oleh karena itu dalam
kehidupan sehari-hari kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan,
kekhawatiran ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan dapat juga berkaitan
dengan masalah frustasi yang secara definisi dapat disebutkan bahwa orang
mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Kegelisahan
dalam konteks budaya dapatlah dikatakan sebagai akibat adanya insting manusia
untuk berbudaya, yaitu sebagai upaya mencari kesempurnaan. Atau dari segi batin
manusia, gelisah sebagai akibat noda dosa pada hati manusia. Dan tidak jarang
akibat kegelisahan seseorang, sekaligus membuat orang lain menjadi korbannya.
Penyebab kegelisahan dapat pula dikatakan akibat manusia mempunyai kemampuan
untuk membaca dunia dan mengetahui misteri kehidupan. Kehidupan ini yang
menyebabkan manusia menjadi gelisah. Manusia sendiri sering tidak tahu mengapa
mereka gelisah, hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti. Manusia yang tidak
mempunyai dasar dalam menjalani kehidupannya sering ditimpa kegelisahan.
Kegelisahan yang demikian sifatnya abstrak sehingga disebut sebagai kegelisahan
murni, yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui apa kegelisahannya seolah-olah
tanpa sebab. Ini berbeda dengan kegelisahan terapan yang terjadi dalam
peristiwa kehidupan sehari-hari, seperti kegelisahan karena anaknya sampai
malam belum pulang, orang tua yang sakit keras, istrinya yang sedang melahirkan,
diasingkan oleh orang-orang di sekitarnya, melakukan suatu perbuatan dosa yang
ditentang nuraninya dan sebagainya. Kegelisahan yang demikian jelas
penyebabnya.
Jadi
secara umum yang dimaksud dengan kegelisahan adalah sesuatu yang menggambarkan
seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang
dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya
dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam
situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak gerik itu umumnya lain dari
biasanya.
2.2 Hubungan Manusia
dengan Kegelisahan
Manusia
dalam hidupnya tidak lepas dari permasalahan. Manusia dalam hidupnya pasti
pernah mengalami kegelisahan. Gelisah tergolong penyakit batin, penyakit ini
dapat menyerang siapa saja, dari golongan apa, dan bangsa apapun. Bila
dibandingkan dengan rasa takut, daerah operasinya lebih luas. Sebab orang yang
pemberani, tak mungkin diserang oleh rasa takut. Atau orang yang mempunyai obat
penangkal takut juga tidak akan dijamahnya. Umpama orang yang pernah
mengerjakan perbuatan salah sudah pasti tidak akan takut untuk dituntut. Begitu
pula seorang yang kaya, pasti tidak akan takut kelaparan, dan sebagainya.
Tetapi walaupun benar, kaya, pandai, jujur, dan sebagainya pasti akan dilanda
perasaan gelisah.
Kegelisahan
merupakan rasa kekhawatiran yang ada dalam diri manusia, rasa ini disebabkan
karena kurang tentramnya jiwa seseorang tersebut, atau rasa tidak tenang (tidak
sabar) yang menyebabkan rasa gelisah ini mincul. Pada hakekatnya sebab-sebab
orang gelisah disebabkan karena rasa takut pada hak-haknya. Namun terlepas dari
itu usaha untuk mengatasi kegelisan sangatlah perlu. Yaitu dengan dimulai dari
diri kita sendiri, dengan bersikap tenang dan tidak terbawa pengaruh emosi
dalam jiwa kita. Karena jiwa kita sendirilah yang dapat kita kontrol untuk terlepas
dari rasa kegelisahan.
Kegelisahan
yang sering terjadi pada manusia adalah disaat seseorang pernah melakukan
sebuah perbuatan buruk. Hal ini lah yang membuat seseorang mengalami
kegelisahan. Hatinya tidak tenang, dia merasa cemas. Karena terlalu memikirkan
perbuatan buruk yang sudah dilakukannya. Akhirnya orang tersebut terlihat
murung, menyendiri dan merasa kesepian dan terasing. Gelisah membuat seseorang akan merasakan kekhawatiran,
tidak nyaman, takut, bingung, dan cemas. Perasaan cemas tersebut menurut Sigmud
Freud ada 3, yaitu:
A)
Kecemasan tentang kenyataan ( objektif )
Adalah
suatu kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang membuat
orang tersebut menjadi shocked karenanya. sebagai contohnya, ketika seorang
wanita mengalami kejadian penjambretan ketika ia sedang berjalan di suatu
wilayah tertentu. ketika wanita tersebut diajak kembali ke tempat tersebut ia
akan menjadi gelisah karena takut hal tersebut akan terulang lagi padanya.
B)
Kecemasan Neoritis
Adalah
kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, takut akan hal
yang dibayangaknnya atau takut akan idnya sendiri sehingga menekan ego.
kegelisahan ini akan membuat seseorang menjadi gelisah akan suatu hal yang
buruk yang sedang di bayangkannya akan menjadi sebuah kenyataan. sebagai
contohnya Ayah Rina akan dipindahkan ke kota lain dan mereka sekeluarga harus
pindah ke kota tersebut. kecemasan neoritis Rina pun memuncak ketika ayahnya
membicarakan hal tersebut kepadanya. Rina membayangkan bahwa hidupnya di daerah
tersebut akan tidak sebahagia di tempat yang ia tinggali sekarang karena kota
baru tempat dimana ayahnya akan dipindahkan tersebut terletak di suatu daerah
yang terpencil yang jauh dari tempat hiburan, dimana Rina sudah terbiasa untuk
tinggal di kota besar yang banyak tempat hiburannya. hal tersebut merupakan
sebuah contoh dari kecemasan Noritis.
C)
Kecemasan Moril
Kecemasan
moril sendiri disebabkan oleh pribadi seseorang dimana tiap pribadi memiliki
berbagai macam emosi seperti: iri, benci, dendam,dengki,marah,gelisah.rasa
kurang,cinta. rasa iri, benci,dendam merupakan sebagian dari pernyataan
individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat, oleh karena
itu alasan untuk iri,benci,dengki kurang dapat dipahami oleh orang lain.
sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji bahkan mengakibatkan
manusia merasa khawatir, takut,cemas,gelisah dan putus asa.
2.3 Bentukbentuk
Kegelisahan
Alasan
mendasar mengapa manusia mengalami kegelisahan adalah karena manusia memiliki
hati dan perasaan. Bentuk kegelisahannya adalah berupa keterasingan, kesepian
dan ketidakpastian. Perasaan-perasaan seperti itu silih berganti dengan dengan
kebahagiaan, kegembiraan dalam kehidupan manusia. Berikut ini akan diuraikan
satu per satu mengenai bentuk-bentuk kegelisahan.
1. Keterasingan.
Keterasingan
berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata
asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti
tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari orang lain atau terpencil. Jadi
keterasingan berarti hal-hal yang berkaitan dengan tersisihkan dari pergaulan,
terpencil atau terpisahkan dari yang lain.
Keterasingan
adalah bagian dari hidup manusia. Sebentar atau lama manusia pernah mengalami
hidup dalam keadaan keterasingan, tentu saja dengan sebab dan kadar yang
berbeda satu sama lain.
Contoh
keterasingan :
Seorang
gadis yang lincah, bebas dan pandai bergaul sehingga kawannya banyak yang hilir
mudik bergantian datang dan mengajak pergi. Pada suatu hari tersiar berita
bahwa ia mengalami kehamilan. Sejak saat itu ia tak pernah menampakkan diri
karena malu. Kesehariannya hanya berada dalam rumah. Maka gadis tersebut dapat
dikatakan hidup dalam keterasingan.
Pada
dasarnya sebab manusia hidup dalam keterasingan itu bersumber pada:
a. Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh
masyarakat.
Perbuatan
tersebut antara lain mencuri, bersikap angkuh, sombong atau kaku. Sikap seperti
itu akan menjauhkan kawan dan mendekatkan lawan. Orang lain akan enggan
berkawan dengan orang yang bersikap demikian, karena takut terjadi konflik
batin ataupun konflik fisik.
Untuk
mengatasi keterasingan ini perlu kesadaran yang tinggi. Orang yang betingkah demikian
sebaiknya diberi kesadaran bahwa apa yang telah dilakukannya itu justru akan
merugikan dirinya sendiri.
b. Sikap rendah diri.
Sikap
ini adalah sikap yang kurang baik. Sikap ini menganggap atau merasa dirinya
selalu tidak berharga, tidak atau kurang laku, tidak atau kurang mampu di
hadapan orang lain sehingga merasa dirinya lebih rendah dari orang lain. Sikap
ini juga disebut sebagai sikap minder. Jadi bukan orang lain yang menganggap
dirinya rendah, tetapi justru dirinya sendiri, tetapi juga tidak baik bagi
masyarakat. Sikap rendah diri itu ada sebab-sebabnya, mungkin karena cacat
fisik, rendah pendidikannya, keadaan sosial ekonominya, mungkin pula karena
kesalahan perbuatannya. Orang yang mempunyai sikap seperti itu biasanya sadar
akan kekurangannya. Untuk meningkatkan harga dirinya, tentu ia harus banyak
belajar dan pandai bergaul.
2. Kesepian.
Kesepian
berasal dari kata sepi, artinya sunyi, lengang, tidak ada orang atau
kendaraan. Kesepian adalah keadaan yang
sepi. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian merupakan bagian
dari hidup manusia, lama atau sebentar perasaan kesepian ini bergantung pada
mental seseorang dan kasus penyebabnya.
Contoh
kesepian :
Seorang
ibu yang suaminya telah meninggal, kemudian anaknya yang baru saja menikah
telah berumah sendiri. Maka ibu tersebut mengalami kesepian.
3. Ketidakpastian.
Ketidakpastian
berasal dari tidak pasti, artinya tidak menentu (pikirannya) atau mendua, atau
apa yang dipikirkan tidak searah, kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua
adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidakpastian adalah bagian
dari hidup manusia, setiap orang pernah mengalaminya. Bahkan anak kecil
sekalipun pernah mengalaminya, misalnya ketika anak kecil ditinggalkan ibunya,
ia menangis kebingungan. Kebingungan ini menunjukkan ketidakpastian.
Orang
yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir berpikir secara sistematis,
logis, ataupun mengambil kesimpulan. Kalaupun dapat berpikir baik, akan memakan
waktu cukup lama dan sukar. Sebab-sebab orang orang mengalami ketidakpastian
diantaranya adalah :
a. Obsesi.
Obsesi
merupakan gejala neurose jiwa yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang
terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tidak menyenangkan, atau
sebab-sebabnya tak dapat diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada
oranga yang ingin menjatuhkan dia.
b. Pobia.
Pobia
ialah rasa ketakutan yang tak terkendalikan, tidak normal kepada suatu hal atau
kejadian, tanpa diketahui sebab-sebabnya.
c. Kompulsi.
Kompulsi
ialah adanya keragu-raguan yang sangat mengenai apa yang telah dikerjakan,
sehingga ada dorongan yang tak disadari untuk selalu melakukan
perbuatan-perbuatan yang serupa berulang kali (neurose).
d. Histeria.
Histeria
merupakan neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan,
pengalaman pahit yang menekan , kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri,
atau sugesti dari sikap orang lain.
e. Delusi
Delusi
menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.
Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai
dengan kenyataan.
f. Halusinasi.
Halusinasi
merupakan khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera.
g. Keadaan Emosi.
Dalam
keadaan tertentu seseorang dapat terpengaruh oleh emosinya. Ia sampai pada
keseluruhan pribadinya : gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah,
nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi.
2.4 Cara Mengatasi
Kegelisahan
a.
Dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri
kita sendiri (instropeksi), akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang
akan kita tanggung atau yang akan terjadi, mengapa hal itu terjadi, apa
penyebabnya dan sebagainya.
b.
Kita bersedia menerima sesuatu yang terjadi pada diri kita dengan rasa tabah
dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita. Bersamaan
berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi
keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa kita.
c.
Cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah kita memasrahkan diri
kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepada Tuhan karena Tuhan
pasti memilihkan jalan yang terbaik untuk hamba-Nya, jadi mengapa kita harus
merasa gelisah jika Tuhan melindungi hamba-Nya.
Persoalannya
sekarang bagaimana cara kita untuk memeperkecil rasa gelisah, jika kita tidak
dapat menghilangkan sama sekali. Jawaban yang paling tepat adalah kita kembali
kepada “iman”. Sebagai orang yang beriman kita kembalikan kepada Tuhanl, sebab
sudah pasti hanya kepada-Nya semua perkara kita kembalikan. Sesungguhnya hanya
Dia lah yang Maha Tahu. Hal itu ditegaskan dalam firman-Nya : “Dan pada
sisi-sisi Allah lah kunci-kunci semua yang ghaib. Tak ada yang mengetahuinya
selain Dia, dan Dia mengetahui apa-apa yang ada di lautan, dan tiada sehelai
daun pun yang gugur melainkan sepengetahuan Dia, dan tidak jatuh sebutir biji
pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau kering, melainkan
sudah tertulis dalam kisah yang nyata”. (Q.S. Al-An’am: 59).
Rasa
gelisah itu sesungguhnya berhubungan erat sekali dengan keimanan seseorang.
Bila imannya tebal maka Insya Allah tidak akan terjangkit penyakit atau
perasaan gelisah. Sebab orang yang imannya kuat yakin benar bahwa apa yang
telah dan akan terjadi itu sudah ada dalam suratan Tuhan. Manusia hanya diberi
hak untuk berikhtiar, keputusan terakhir ada di tangan Tuhan.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari
uraian pembahasan mengenai manusia dan kegelisahan dapat saya simpulkan bahwa
kegelisahan merupakan bagian hidup manusia. Tiap manusia, dengan tidak
memperdulikan segala latar belakang dan
kemampuannya, pasti akan mengalami kegelisahan, entah sebentar atau lama,
relative ringan ataupun berat. Yang demikian ini boleh jadi sangat wajar
mengingat manusia mempunyai hati dan perasaan
Berbicara
tentang manusia, berbicara pula tentang media tempat manusia hidup yaitu Dunia.
Untuk bisa memahami hakikat manusia maka harus pula memahami hakikat dunia dan
hakikat kehidupan manusia didunia. Pada dasarnya konsep mendiami dunia
mengandung arti pemenuhan kebutuhan atas aspek-aspek yang membentuk manusia.
Apabila manusia tidak bisa menjaga hakikat dirinya dan hakikat hidupnya maka
yang timbul adalah kegelisahan .sumber dari kegelisahan adalah hawa nafsu dan
sikap pamrih (tidak ikhlas). Kedua hal ini akan menyebabkan munculnya sikap
keserakahan dan konflik yang juga memunculkan ketakutan, kekecewaan, dan pada
akhirnya adalah kegelisahan.
Adapun
bentuk-bentuk kegelisahan berupa keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian
mempunyai hubungan yang erat dan mempengaruhi satu sama lain. Keterasingan
dalam satu dan lain kesempatan bisa membuahkan kegelisahan. Dan sebaliknya,
kegelisahan yang begitu hebat bisa saja menimbulkan keterasingan. Kemudian dari
keterasingan yang dialami seseorang bisa
saja menciptakan kondisi kesepian dan karena kesepian itupun bisa saja
menimbulkan ketidakpastian. Keterasingan bisa jadi merupakan perilaku sosiopatik dan sikap apatis yang
tidak menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang bermasyarakat dan tidak bisa
hidup sendiri.
Untuk
mengatasi kegelisahan yang dialami manusia, cara yang paling ampuh adalah kita
dituntut untuk bersifat qana’ah (berpikir positif) kembalikan semuanya kepada
Allah SWT dan selalu mengingat Dia.
3.2 Saran
Bagi
para pembaca makalah ini dapat dijadikan sebagai referensi alternatif. Akan
tetapi makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu makalah ini hanya
sebagai menambah wawasan. Untuk itu pembaca kiranya dapat memilih bagian
terpenting.
DAFTAR PUSTAKA