Jumat, 12 Oktober 2018


MAKALAH
ILMU BUDAYA DASAR
“Manusia dan Kegelisahan”




Disusun Oleh:
Adyuta Candrika Pramathana (10518241)





Kelas 1PA06
FAKULTAS PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI
Mata Kulliah : Ilmu Budaya Dasar#
Dosen : Ariyanto, S.I.Kom.



Kata pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah membantu saya dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
    Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
    Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.



DAFTAR ISI

KATA PEGANTAR………………………………………………………………………………1
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………....2
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………3
1.1  Latar Belakang………………………………………………………………………...3
1.2  Rumusan Masalah……………………………………………………………………..3
1.3  Tujuan…………………………………………………………………………………3
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………….4
            2.1 Pengertian Kegelisahan………………………………………………………………..4
            2.2 Hubungan Manusia dengan Kegelisahan……………………………………………...4
            2.3 Bentuk-bentuk Kegelisahan…………………………………………………………...6
            2.4 Cara Mengatasi Kegelisahan…………………………………………………………..8
BAB III PENUTUP………………………………………………………………………….…...10
            3.1 Kesimpulan…………..………………………………………………………….……10
            3.2 Saran…………………………………………………………………………….……10
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………….……11


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
           Semua manusia mempunyai kegelisahan. Pada prinsipnya, manusia merupakan makhluk yang di arahkan oleh motivasi dan cita-citanya. Hampir semua tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai usaha untuk memuaskan hasrat biologis mereka. Tetapi tujuan itu sering sulit atau bahkan kemungkinan kecil untuk dicapai.
            Kegelisahan diartikan sebagai suatu kondisi dimana orang menghadapi halangan atau rintangan dalam mengatasi rintangan tersebut. Pada hakekatnya kegelisahan menunjuk pada motivasi yang terhalang dan dalam keadaan tidak terpuaskan. Saat ini banyak orang yang merasa hidup sendiri dalam kehidupannya. Keadaan ini salah bila dikembalikan kepada pengertian manusia itu sendiri, bahwa selain manusia disebut makhluk individu karena memiliki ruh dan jiwa, manusia juga disebut sebagai makhluk sosial dimana manusia memerlukan orang lain dalam hidupnya.
            Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Hal ini mungkin akibat kebutuhan hidup yang meningkat, rasa individualistis dan egoisme, persaingan dalam hidup, dan sebagainya. Jadi tidak jarang akibat kegelisahan seseorang membuat oran lain menjadi korban.

1.1  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian kegelisahan?
2.      Bagaimana hubungan manusia dengan kegelisahan?
3.      Apa saja bentuk-bentuk kegelisahan?
4.      Bagaimana cara mengatasi kegelisahan?

1.2  Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian kegelisahan.
2.      Untuk mengetahui hubungan manusia dengan kegelisahan.
3.      Untuk mengetahui bentuk-bentuk kegelisahan.
4.      Untuk mengetahui cara mengatasi kegelisahan.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang artinya rasa yang tidak tentram di hati
atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas atau takut. Kegelisahan merupakan ekspresi dari kecemasan. Oleh karena itu dalam kehidupan sehari-hari kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan dapat juga berkaitan dengan masalah frustasi yang secara definisi dapat disebutkan bahwa orang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Kegelisahan dalam konteks budaya dapatlah dikatakan sebagai akibat adanya insting manusia untuk berbudaya, yaitu sebagai upaya mencari kesempurnaan. Atau dari segi batin manusia, gelisah sebagai akibat noda dosa pada hati manusia. Dan tidak jarang akibat kegelisahan seseorang, sekaligus membuat orang lain menjadi korbannya. Penyebab kegelisahan dapat pula dikatakan akibat manusia mempunyai kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri kehidupan. Kehidupan ini yang menyebabkan manusia menjadi gelisah. Manusia sendiri sering tidak tahu mengapa mereka gelisah, hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti. Manusia yang tidak mempunyai dasar dalam menjalani kehidupannya sering ditimpa kegelisahan. Kegelisahan yang demikian sifatnya abstrak sehingga disebut sebagai kegelisahan murni, yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui apa kegelisahannya seolah-olah tanpa sebab. Ini berbeda dengan kegelisahan terapan yang terjadi dalam peristiwa kehidupan sehari-hari, seperti kegelisahan karena anaknya sampai malam belum pulang, orang tua yang sakit keras, istrinya yang sedang melahirkan, diasingkan oleh orang-orang di sekitarnya, melakukan suatu perbuatan dosa yang ditentang nuraninya dan sebagainya. Kegelisahan yang demikian jelas penyebabnya.
Jadi secara umum yang dimaksud dengan kegelisahan adalah sesuatu yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak gerik itu umumnya lain dari biasanya.

2.2 Hubungan Manusia dengan Kegelisahan
Manusia dalam hidupnya tidak lepas dari permasalahan. Manusia dalam hidupnya pasti pernah mengalami kegelisahan. Gelisah tergolong penyakit batin, penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dari golongan apa, dan bangsa apapun. Bila dibandingkan dengan rasa takut, daerah operasinya lebih luas. Sebab orang yang pemberani, tak mungkin diserang oleh rasa takut. Atau orang yang mempunyai obat penangkal takut juga tidak akan dijamahnya. Umpama orang yang pernah mengerjakan perbuatan salah sudah pasti tidak akan takut untuk dituntut. Begitu pula seorang yang kaya, pasti tidak akan takut kelaparan, dan sebagainya. Tetapi walaupun benar, kaya, pandai, jujur, dan sebagainya pasti akan dilanda perasaan gelisah.
Kegelisahan merupakan rasa kekhawatiran yang ada dalam diri manusia, rasa ini disebabkan karena kurang tentramnya jiwa seseorang tersebut, atau rasa tidak tenang (tidak sabar) yang menyebabkan rasa gelisah ini mincul. Pada hakekatnya sebab-sebab orang gelisah disebabkan karena rasa takut pada hak-haknya. Namun terlepas dari itu usaha untuk mengatasi kegelisan sangatlah perlu. Yaitu dengan dimulai dari diri kita sendiri, dengan bersikap tenang dan tidak terbawa pengaruh emosi dalam jiwa kita. Karena jiwa kita sendirilah yang dapat kita kontrol untuk terlepas dari rasa kegelisahan.
Kegelisahan yang sering terjadi pada manusia adalah disaat seseorang pernah melakukan sebuah perbuatan buruk. Hal ini lah yang membuat seseorang mengalami kegelisahan. Hatinya tidak tenang, dia merasa cemas. Karena terlalu memikirkan perbuatan buruk yang sudah dilakukannya. Akhirnya orang tersebut terlihat murung, menyendiri dan merasa kesepian dan terasing. Gelisah membuat seseorang akan merasakan kekhawatiran, tidak nyaman, takut, bingung, dan cemas. Perasaan cemas tersebut menurut Sigmud Freud ada 3, yaitu:
A) Kecemasan tentang kenyataan ( objektif )
Adalah suatu kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang membuat orang tersebut menjadi shocked karenanya. sebagai contohnya, ketika seorang wanita mengalami kejadian penjambretan ketika ia sedang berjalan di suatu wilayah tertentu. ketika wanita tersebut diajak kembali ke tempat tersebut ia akan menjadi gelisah karena takut hal tersebut akan terulang lagi padanya.
B) Kecemasan Neoritis
Adalah kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, takut akan hal yang dibayangaknnya atau takut akan idnya sendiri sehingga menekan ego. kegelisahan ini akan membuat seseorang menjadi gelisah akan suatu hal yang buruk yang sedang di bayangkannya akan menjadi sebuah kenyataan. sebagai contohnya Ayah Rina akan dipindahkan ke kota lain dan mereka sekeluarga harus pindah ke kota tersebut. kecemasan neoritis Rina pun memuncak ketika ayahnya membicarakan hal tersebut kepadanya. Rina membayangkan bahwa hidupnya di daerah tersebut akan tidak sebahagia di tempat yang ia tinggali sekarang karena kota baru tempat dimana ayahnya akan dipindahkan tersebut terletak di suatu daerah yang terpencil yang jauh dari tempat hiburan, dimana Rina sudah terbiasa untuk tinggal di kota besar yang banyak tempat hiburannya. hal tersebut merupakan sebuah contoh dari kecemasan Noritis.
C) Kecemasan Moril
Kecemasan moril sendiri disebabkan oleh pribadi seseorang dimana tiap pribadi memiliki berbagai macam emosi seperti: iri, benci, dendam,dengki,marah,gelisah.rasa kurang,cinta. rasa iri, benci,dendam merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat, oleh karena itu alasan untuk iri,benci,dengki kurang dapat dipahami oleh orang lain. sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji bahkan mengakibatkan manusia merasa khawatir, takut,cemas,gelisah dan putus asa.

2.3 Bentukbentuk Kegelisahan
Alasan mendasar mengapa manusia mengalami kegelisahan adalah karena manusia memiliki hati dan perasaan. Bentuk kegelisahannya adalah berupa keterasingan, kesepian dan ketidakpastian. Perasaan-perasaan seperti itu silih berganti dengan dengan kebahagiaan, kegembiraan dalam kehidupan manusia. Berikut ini akan diuraikan satu per satu mengenai bentuk-bentuk kegelisahan.
1.      Keterasingan.
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari orang lain atau terpencil. Jadi keterasingan berarti hal-hal yang berkaitan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisahkan dari yang lain.
Keterasingan adalah bagian dari hidup manusia. Sebentar atau lama manusia pernah mengalami hidup dalam keadaan keterasingan, tentu saja dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
Contoh keterasingan :
Seorang gadis yang lincah, bebas dan pandai bergaul sehingga kawannya banyak yang hilir mudik bergantian datang dan mengajak pergi. Pada suatu hari tersiar berita bahwa ia mengalami kehamilan. Sejak saat itu ia tak pernah menampakkan diri karena malu. Kesehariannya hanya berada dalam rumah. Maka gadis tersebut dapat dikatakan hidup dalam keterasingan.

Pada dasarnya sebab manusia hidup dalam keterasingan itu bersumber pada:
a.       Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat.
Perbuatan tersebut antara lain mencuri, bersikap angkuh, sombong atau kaku. Sikap seperti itu akan menjauhkan kawan dan mendekatkan lawan. Orang lain akan enggan berkawan dengan orang yang bersikap demikian, karena takut terjadi konflik batin ataupun konflik fisik.
Untuk mengatasi keterasingan ini perlu kesadaran yang tinggi. Orang yang betingkah demikian sebaiknya diberi kesadaran bahwa apa yang telah dilakukannya itu justru akan merugikan dirinya sendiri.
b.      Sikap rendah diri.
Sikap ini adalah sikap yang kurang baik. Sikap ini menganggap atau merasa dirinya selalu tidak berharga, tidak atau kurang laku, tidak atau kurang mampu di hadapan orang lain sehingga merasa dirinya lebih rendah dari orang lain. Sikap ini juga disebut sebagai sikap minder. Jadi bukan orang lain yang menganggap dirinya rendah, tetapi justru dirinya sendiri, tetapi juga tidak baik bagi masyarakat. Sikap rendah diri itu ada sebab-sebabnya, mungkin karena cacat fisik, rendah pendidikannya, keadaan sosial ekonominya, mungkin pula karena kesalahan perbuatannya. Orang yang mempunyai sikap seperti itu biasanya sadar akan kekurangannya. Untuk meningkatkan harga dirinya, tentu ia harus banyak belajar dan pandai bergaul.
2.      Kesepian.
Kesepian berasal dari kata sepi, artinya sunyi, lengang, tidak ada orang atau kendaraan.  Kesepian adalah keadaan yang sepi. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian merupakan bagian dari hidup manusia, lama atau sebentar perasaan kesepian ini bergantung pada mental seseorang dan kasus penyebabnya.
Contoh kesepian :
Seorang ibu yang suaminya telah meninggal, kemudian anaknya yang baru saja menikah telah berumah sendiri. Maka ibu tersebut mengalami kesepian.
3.      Ketidakpastian.
Ketidakpastian berasal dari tidak pasti, artinya tidak menentu (pikirannya) atau mendua, atau apa yang dipikirkan tidak searah, kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidakpastian adalah bagian dari hidup manusia, setiap orang pernah mengalaminya. Bahkan anak kecil sekalipun pernah mengalaminya, misalnya ketika anak kecil ditinggalkan ibunya, ia menangis kebingungan. Kebingungan ini menunjukkan ketidakpastian.
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir berpikir secara sistematis, logis, ataupun mengambil kesimpulan. Kalaupun dapat berpikir baik, akan memakan waktu cukup lama dan sukar. Sebab-sebab orang orang mengalami ketidakpastian diantaranya adalah :
a.       Obsesi.
Obsesi merupakan gejala neurose jiwa yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tidak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak dapat diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada oranga yang ingin menjatuhkan dia.
b.      Pobia.
Pobia ialah rasa ketakutan yang tak terkendalikan, tidak normal kepada suatu hal atau kejadian, tanpa diketahui sebab-sebabnya.
c.       Kompulsi.
Kompulsi ialah adanya keragu-raguan yang sangat mengenai apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari untuk selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang serupa berulang kali (neurose).
d.      Histeria.
Histeria merupakan neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan , kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, atau sugesti dari sikap orang lain.
e.       Delusi
Delusi menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan kenyataan.
f.        Halusinasi.
Halusinasi merupakan khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera.
g.      Keadaan Emosi.
Dalam keadaan tertentu seseorang dapat terpengaruh oleh emosinya. Ia sampai pada keseluruhan pribadinya : gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi.

2.4 Cara Mengatasi Kegelisahan
a. Dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi), akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi, mengapa hal itu terjadi, apa penyebabnya dan sebagainya.
b. Kita bersedia menerima sesuatu yang terjadi pada diri kita dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita. Bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa kita.
c. Cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah kita memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepada Tuhan karena Tuhan pasti memilihkan jalan yang terbaik untuk hamba-Nya, jadi mengapa kita harus merasa gelisah jika Tuhan melindungi hamba-Nya.
Persoalannya sekarang bagaimana cara kita untuk memeperkecil rasa gelisah, jika kita tidak dapat menghilangkan sama sekali. Jawaban yang paling tepat adalah kita kembali kepada “iman”. Sebagai orang yang beriman kita kembalikan kepada Tuhanl, sebab sudah pasti hanya kepada-Nya semua perkara kita kembalikan. Sesungguhnya hanya Dia lah yang Maha Tahu. Hal itu ditegaskan dalam firman-Nya : “Dan pada sisi-sisi Allah lah kunci-kunci semua yang ghaib. Tak ada yang mengetahuinya selain Dia, dan Dia mengetahui apa-apa yang ada di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan sepengetahuan Dia, dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau kering, melainkan sudah tertulis dalam kisah yang nyata”. (Q.S. Al-An’am: 59).
Rasa gelisah itu sesungguhnya berhubungan erat sekali dengan keimanan seseorang. Bila imannya tebal maka Insya Allah tidak akan terjangkit penyakit atau perasaan gelisah. Sebab orang yang imannya kuat yakin benar bahwa apa yang telah dan akan terjadi itu sudah ada dalam suratan Tuhan. Manusia hanya diberi hak untuk berikhtiar, keputusan terakhir ada di tangan Tuhan.



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari uraian pembahasan mengenai manusia dan kegelisahan dapat saya simpulkan bahwa kegelisahan merupakan bagian hidup manusia. Tiap manusia, dengan tidak memperdulikan  segala latar belakang dan kemampuannya, pasti akan mengalami kegelisahan, entah sebentar atau lama, relative ringan ataupun berat. Yang demikian ini boleh jadi sangat wajar mengingat manusia mempunyai hati dan perasaan
Berbicara tentang manusia, berbicara pula tentang media tempat manusia hidup yaitu Dunia. Untuk bisa memahami hakikat manusia maka harus pula memahami hakikat dunia dan hakikat kehidupan manusia didunia. Pada dasarnya konsep mendiami dunia mengandung arti pemenuhan kebutuhan atas aspek-aspek yang membentuk manusia. Apabila manusia tidak bisa menjaga hakikat dirinya dan hakikat hidupnya maka yang timbul adalah kegelisahan .sumber dari kegelisahan adalah hawa nafsu dan sikap pamrih (tidak ikhlas). Kedua hal ini akan menyebabkan munculnya sikap keserakahan dan konflik yang juga memunculkan ketakutan, kekecewaan, dan pada akhirnya adalah kegelisahan.
Adapun bentuk-bentuk kegelisahan berupa keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian mempunyai hubungan yang erat dan mempengaruhi satu sama lain. Keterasingan dalam satu dan lain kesempatan bisa membuahkan kegelisahan. Dan sebaliknya, kegelisahan yang begitu hebat bisa saja menimbulkan keterasingan. Kemudian dari keterasingan yang dialami seseorang  bisa saja menciptakan kondisi kesepian dan karena kesepian itupun bisa saja menimbulkan ketidakpastian. Keterasingan bisa jadi merupakan  perilaku sosiopatik dan sikap apatis yang tidak menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri.
Untuk mengatasi kegelisahan yang dialami manusia, cara yang paling ampuh adalah kita dituntut untuk bersifat qana’ah (berpikir positif) kembalikan semuanya kepada Allah SWT dan selalu mengingat Dia.

3.2 Saran
Bagi para pembaca makalah ini dapat dijadikan sebagai referensi alternatif. Akan tetapi makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu makalah ini hanya sebagai menambah wawasan. Untuk itu pembaca kiranya dapat memilih bagian terpenting.



DAFTAR PUSTAKA






1 komentar:

Unknown mengatakan...

sangat bermanfaat, trims..